Kembali Kita Berlayar Pelan: Menelusuri Makna dalam Lirik "Reruntuh"
Lagu "Kita Terjebak" dari Reruntuh mengajak pendengar untuk menyelami perasaan yang mendalam melalui liriknya yang penuh simbolisme
Lagu "Kita Terjebak" dari Reruntuh mengajak pendengar untuk menyelami perasaan yang mendalam melalui liriknya yang penuh simbolisme. Dalam lagu ini, kita diajak untuk meresapi perjalanan emosi dan refleksi yang mungkin dialami banyak orang ketika menghadapi tantangan hidup. Mari kita telusuri makna di balik liriknya yang menarik.
Lirik lagu Kembali Kita Berlayar Pelan:
Kita terjebak
Di ruang tak bersekat
Berdinding harap
Bernyawa minim
Bergantung musim
Yang tersisa
Hanya makna di dasar jurang
Dan melebur
Segala wujud aksara
Pelan merakit perahu kayu
Yang membahu kita berdua
Hu-uuh
Hu-uuh
Dan tenggelam
Tenggelam jauh
Rasa takutmu
Jauh di dasar palung
Rasa takutmu
Jauh di dasar palung
Hu-hu-uuh
Hu-hu-uuh
Kembali kita berlayar pelan
Kembali kita berlayar pelan
Kembali kita berlayar pelan
Kembali kita berlayar pelan
1. Perasaan Terjebak
Lirik "Kita terjebak di ruang tak bersekat" menggambarkan perasaan terperangkap dalam situasi yang tidak memberi ruang untuk bergerak atau berubah. Ini bisa merepresentasikan hubungan yang stagnan atau keadaan hidup yang terasa monoton. Perasaan terjebak ini sering kali disertai dengan harapan yang tipis, tercermin dalam "berdinding harap, bernyawa minim."
2. Menghadapi Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah tema yang jelas dalam lagu ini. "Bergantung musim yang tersisa" menunjukkan bahwa kita sering kali harus menunggu dan berharap pada perubahan yang tidak pasti, mirip dengan menunggu pergantian musim. Namun, di tengah ketidakpastian itu, ada pengingat bahwa "hanya makna di dasar jurang" yang bisa ditemukan. Ini mengisyaratkan bahwa meskipun hidup penuh tantangan, makna sebenarnya bisa ditemukan di tempat yang terdalam dan terkelam sekalipun.
3. Proses Membangun
Lirik "Pelan merakit perahu kayu" menjadi simbol dari usaha dan kerja keras dalam membangun kembali hidup. Dalam konteks hubungan, ini bisa berarti merakit kembali kepercayaan dan komunikasi yang mungkin telah hilang. Proses ini tidak instan, melainkan membutuhkan waktu dan ketekunan, di mana "yang membahu kita berdua" menunjukkan bahwa kita tidak sendirian dalam proses ini; ada orang lain yang bersama kita dalam perjalanan ini.
4. Menghadapi Ketakutan
Dengan pernyataan "Dan tenggelam," kita diingatkan akan rasa takut yang sering kali menyelimuti kita. "Rasa takutmu jauh di dasar palung" menunjukkan bahwa ketakutan kita sering kali terpendam jauh di dalam diri, dan mungkin kita perlu menghadapinya untuk bisa maju. Mengakui ketakutan adalah langkah pertama untuk mengatasinya.
5. Kembali Berlayar Pelan
Frasa "Kembali kita berlayar pelan" adalah pernyataan harapan. Meskipun kita mungkin terjebak dan tenggelam dalam ketakutan dan kebingungan, ada dorongan untuk terus bergerak maju, meskipun langkah kita kecil. Berlayar pelan menunjukkan bahwa perjalanan ini mungkin tidak mudah, tetapi setiap langkah memiliki arti.
Kesimpulan
Lagu "Kita Terjebak" dari Reruntuh bukan sekadar melodi indah, tetapi juga sebuah refleksi mendalam tentang pengalaman manusia yang sering kali terasa kompleks. Dengan lirik yang penuh makna, kita diajak untuk merenungkan perjalanan hidup, ketakutan, harapan, dan upaya untuk terus bergerak maju. Dalam setiap baitnya, ada pelajaran berharga bahwa meskipun kita menghadapi tantangan, kita dapat terus "kembali berlayar pelan," menemukan makna, dan menjalin kembali hubungan yang mungkin telah pudar.
What's Your Reaction?